SORONG- Wakil Ketua Pokja Agama Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD), Alberd Edison Solossa, S.S melaksanakan kegiatan penyaluran aspirasi dan pengaduan masyarakat adat, umat beragama, serta kaum perempuan di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu 21 Desember 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan, dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, perwakilan perempuan serta elemen masyarakat lainnya.
Alberd Edison Solossa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab MRP-PBD dalam menjembatani kepentingan masyarakat adat, umat beragama dan kaum perempuan yang merupakan orang asli Papua (OAP).
“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi, baik menyangkut pelayanan keagamaan, perlindungan hak-hak masyarakat adat, maupun pemberdayaan perempuan,” ujarnya.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan, di antaranya terkait akses pelayanan publik; dukungan terhadap kegiatan keagamaan; hingga perhatian terhadap kesejahteraan pelayan gereja dan tokoh agama di tingkat akar rumput; perlindungan hak ulayat; serta perlunya perhatian terhadap peran perempuan dalam pembangunan daerah, memperkuat lembaga pemberdayaan perempuan untuk melindungi kekerasan terhadap perempuan.
Alberd bilang, setiap aspirasi yang disampaikan akan dicatat dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Sebagai anggota Pokja Agama, saya menegaskan komitmennya untuk mendorong sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, lembaga adat, dan lembaga perlindungan den pemberdayan perempuan agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis dan sejahtera di Kota Sorong," tegasnya.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama, serta memperkuat nilai-nilai budaya dan adat sebagai jati diri Orang Asli Papua, terutama di Kota sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan penyaluran aspirasi ini langkah strategi serta, menjadi wadah yang efektif dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat, umat beragama, dan kaum perempuan, sekaligus memperkuat peran MRP-PBD sebagai representasi kultur orang asli Papua di Kota Sorong. (Redaksi)