SORONG SELATAN- Anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) dari Pokja Perempuan, Sarce Sara Jare, S.Pdk melaksanakan kegiatan penyaluran aspirasi masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendengar langsung berbagai keluhan, harapan, dan kebutuhan masyarakat, khususnya kaum perempuan, masyarakat adat, serta umat beragama di daerah tersebut.
Dalam pertemuan bersama masyarakat, Sarce Jare menyampaikan bahwa tugas pokok dan fungsi (tupoksi) anggota MRP Pokja Perempuan secara spesifik adalah melindungi dan memberdayakan perempuan dalam rangka keadilan dan kesetaraan gender di tanah Papua.
Menurut Sarce bahwa dirinya akan menapung semua aspirasi yang di sampaikan dan ini akan dibawa dalam rapat dengan pimpinan Pokja dan unsur pimpinan MRP-PBD dan hasilnya nanti akan di tindak lanjuti, entah itu nnti kita akan surati OPD terkait ,yaitu Kesbangpol atau pihak-pihak lain yang termasuk dalam pengurusan organisasi perempuan Imeko.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat. Aspirasi yang disampaikan akan kami tampung dan selanjutnya diperjuangkan agar menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi,” ujar Sarce Jare.
Sarce mengatakan, prinsipnya dalam suatu pengaduan MRP tidak punya kewenagan untuk mengmabil keputusan, tetapi akan menindaklanjuti kepada pihak terkait untuk segara sama-sama meyelesaikan apa yang menjadi persoalan atau kendala.
“Yang terkahir saya sampaikan bahwa kita mejaga kekompakan dan kebersamaan kita permpuan Imeko dan kita harus bersaing dengan laki-laki di berbagai bidang dan kita tunjukan bahwa kita Perempuan Imeko juga bisa,” katanya.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah aspirasi disampaikan, antara lain terkait peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi perempuan serta perhatian terhadap hak-hak masyarakat adat. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya peningkatan pembangunan infrastruktur di wilayah Sorong Selatan, guna menunjang aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga.
Sarce Jare menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan dibawa dalam pembahasan di tingkat lembaga MRP-PBD untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten serta pihak terkait lainnya.
“Kami berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya perempuan dan orang asli Papua,” ucapnya.
Kegiatan penyaluran aspirasi ini berlangsung dengan penuh antusias dari masyarakat yang hadir. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi di daerahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan lembaga MRP-PBD semakin erat, serta aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik demi mendorong pembangunan yang lebih merata di Kabupaten Sorong Selatan. (Redaksi).