TAMBRAUW- Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya (MRP-PBD) menyalurkan bantuan bahan makanan (bama) kepada masyarakat pasca kasus kekerasan yang terjadi di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (25/3/2026).
Bantuan bama ini diberikan langsung oleh Wakil Ketua II MRP-PBD, Vincentius Paulinus Baru, S.T.,MURP yang didampingi oleh Anggota MRP-PBD dari wilayah Kabupaten Tambrauw, yakni Petrus Sasior, Yustince Linda Yekwam dan Feronika Manimbu.
“Bantuan bama ini kami berikan kepada warga masyarakat yang ada di Kampung Bamusbama, Bano, Jukbi dan Kampung Banfot,”ungkap Wakil Ketua II MRP-PBD, Vincentius Paulinus Baru.
Paulinus berharap, situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw bisa segera pulih, sehingga aktivitas pemerintahan dan masyarakat bisa kembali normal seperti biasanya.
“Kami berharap situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw bisa segera kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sebelumnya,”ucapnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tambrauw melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan telah melakukan pemeriksaan dan pengobatan serta perbaikan terhadap rumah warga pasca insiden kekerasan yang terjadi.
“Kami berharap penyaluran bantuan bam aini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, sekaligus upaya memulihkan situasi sosial di Kabupaten Tambrauw,”tutupnya.
Perlu diketahui bahwa sebanyak 14 warga sipil yang sebelumnya diamankan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dan Polres Tambrauw telah dibebaskan.
Peristiwa penangkapan ini dilakukan lantaran adanya penyerangan terhadap para tenaga medis dan warga sipil di jalan poros yang menghubungkan Kampung Banfot dan Kampung Jogbu pada Senin (16/3/2026).
Dalam peristiwa penyerangan tersebut, dua orang tenaga medis dilaporkan meninggal dunia, yakni Yermia Lobo dan Yohanes Edwintus Bido, keduanya bekerja di Rumah Sakit Umum Pratama Kabupaten Tambrauw. (Redaksi)
»»»»» Masukkan konten Anda «««««