MAGNA FILOSOFIS PADA LOGO MAJELIS RAKYAT PAPUA BARAT DAYA
Admin MRP PBDRabu, 14 Oktober 2026 19:16:26 5 menit
Latar belakang
Logo Majelis Rakyat Papua Barat Daya berakar pada pada kebutuhan akan identitas visual resmi sebagai lembaga representasi kultural orang asli Papua ( OAP) di Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonomi baru di Tanah Papua. Pembuatan logo ini menjadi ikon atau tanda sejarah yang membedakan Majelis Rakyat Papua Barat Daya dengan Majelis Rakyat Papua di Provinsi Induk dan Provinsi Pemelakaran lainnya.
Elemen – elemen dalam logo Majelis Rakyat Papua Barat Daya merupakan simbol budaya dari masyarakat adat yang mendiami wilayah budaya Doberai Kepala Burung Papua Barat Daya, orisinal, dan memiliki nilai substansi tinggi dalam budaya.
*KETERANGANDANARTIWARNAPADALOGO
*BENTUK LOGO DAN KETERANGANNYA
*KETERANGAN GAMBAR
*ARTI GAMBAR / SIMBOL PADA LOGO
MAKNA FILOSOFIS KULTURAL.
Majelis Rakyat Papua (MRP) adalah lembaga representasi kultural Orang Asli Papua (OAP) yang memiliki peran dan fungsi melindungi hak – hak dasar Orang Asli Papua berdasarkan adat, budaya, agama dan perempuan serta memberikan pertimbangan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Logo Majelis Rakyat Papua Barat Daya bukan hanya sebuah logo tanpa magna tetapi sebaliknya mengandung magna filosofis kultural mengandung nilai, keyakinan dan pandangan hidup yang berakar dari tradisi adat – istiadat yang diwariskan leluhur, yang berfungsi sebagai pedoman perilaku dan jati diri orang asli Papua. Simbol – simbol budaya yang terdapat dalam logo merepresentasikan peran lembaga MRP PBD sebagai representasi kultural Orang Asli Papua (OAP). Logo ini menampilkan secara visual simbol - simbol budaya dan kekayaan sumber daya alam Papua.
Bingkai Merah Putih melambangkan Majelis Rakyar Papua Barat daya sebagai lembaga kultural yang memiliki kesetiaan dan semangat nasionalisme yang tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Simbol Koba – Koba melambangkan MRP PBD memiliki peran krusial. Sebagai “ payung”. Pelindung bagi Orang Asli Papua (OAP), yang secara khusus diamanatkan oleh Undang – Undang Otonomi Khusus Papua (OTSUS). Sebagai lembaga representasi kultural orang asli Papua (OAP), MRP PBD bertugas menyuarakan, melindungi dan menjaga hak – hak dasar orang asli Papua (OAP) berdasarkan tiga pilar utama, adat, perempuan dan agama.
Simbol Perahu melambangkan MRP PBD sebagai lembaga representasi kultural Orang Asli Papua yang mengantar orang asli Papua (OAP) yang menjadi pemimpin menuju harapan akan masa depan yang lebih baik. MRP PBD menjadi wadah yang menampung aspirasi orang asli Papua (OAP) untuk diserahkan kepada pemerintah.
Simbol bintang melambang cahaya dan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa, kepada setiap Manusia sebagai sumber moral, etika dan petunjuk hidup.
Simbol tangan yang merangkul, melambangkan Majelis Rakyat Papua Barat Daya sebagai lembaga yang “merangkul”, orang asli Papua (OAP) sebagai peran representasi kultural. Simbol tangan yang merangkul dalam konteks Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD) bermakna perlindungan, perhatian dan kesatuan dalam menjaga hak – hak adat, budaya, perempuan dan agama di Papua Barat Daya. Simbol tangan yang merangkul juga merupakan wujud kepedulian Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD) merangkul masyarakat dengan turun langsung (kunjungan) untuk mendengarkan aspirasi, merasakan kondisi sosial, dan memberikan dukungan atas permasalahan yang dihadapi masyarakat adat, Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD) juga berfingsi sebagai jembatan yang merangkul atau menghubungkan berbagai pihak untuk bersama – sama menyelesaikan konflik dan atau merencanakan pembangunan. Tangan yang merangkul juga sebagai representasi tiga pokja dalam MRP PBD melalui keanggotaan yang terdiri dari Pokja Adat, Agama dan Pokja Perempuan, MRP PBD secara harfiah merangkul seluruh elemen kultural Papua untuk bersatu dalam satu lembaga.
Simbol Pulau Papua dengan dilatarbelakangi warna hijau melambangkan kekayaan sumberdaya alam yang terkandung didalamnya dan menegaskan komitmen MRP PBD untuk menjaga tanah, manusia dan kekayaan sumberdaya alam serta hak kesulungan orang Asli Papua atas tanah Papua yang utuh tak terpisahkan.
Simbol Kain timur melambangkan Mjelis rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) sebagai lembaga representasi budaya orang asli Papua ( OAP) mendapat kehormatan dalam menjaga harga diri, harmoni dan perdamaian di antara berbagai suku di wilayah budaya doberai Papua Barat Daya. Majelis Rakyat Papua Barat Daya(MRP PBD)
Noken melambangkan wadah kehidupan. Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRP PBD) sebagai simbol noken bagi orang Asli Papua melambangkan perannya sebagai wadah kultural yang menampung, melindungi, dan merawat hak – hak dasar, adat serta martabat orang asli Papua. Majelis Rakyat Papua sebagai wadah pelindung (kultural), sebagaimana noken sebagai wadah kehidupan membawa beban kehidupan sehari – hari. MRP PBD berfungsi sebagai pelindung tanah ulayat, adat budaya dan pemberdayaan perempuan Papua.Simbol identitas dan harga diri. Penggunaan noken di kalangan MRP PBD menegaskan kebagaan sebagai orang Papua, sekaligus sebagai simbol perlawanan terhadap hilangnya jati diri budaya.Suara moral dan kebijaksanaan, noken mencerminkan kerja kolektif dan kedamaian. MRP PBD bertindak sebagai penjaga kesepakatan sosial dan keharmonisan hidup beragama serta masyarakat adat.Pengayom dan kebersamaan, noken adalah simbol persatuan yang mampu memuat banyak hal, MRP PBD diharapkan dapat menampung aspirasi banyak suku dan kelompok di Papua dalam satu wadah,
Piring Adat atau Ben bepon sebagai simbol budaya etnis pesisir Doberai.
Simbol piring melambangkan MRP PBD sebagai lembaga representasi orang asli Papua (OAP) menjaga kehormatan dan martabat Orang Asli Papua dengan melindungi tanah dan sumber daya alam dan laut sebagai sumber kehidupan bagi orang asli Papua.
Simbol Triton atau kerang laut (alat tiup tradisional) melambangkan Majelis Rakyar Papua Barat Daya sebagai simbol representasi kultural orang asli Papua (OAP) berfungsi menyuarakan, melindungi dan menjaga hak – hak masyarakat adat di wilayah budaya Doberai Papua Barat Daya.
Simbol ‘DB atau Domberay” menerangkan Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat Daya terletak di wilayah adat III Doberay.